Selasa, 06 Januari 2026

GULA DARAH & MAKANAN

Pati pada Baso & Tahu Baso

Seperti kita ketahui makanan disekitar kita di dominasi dari olahan bahan pati & tepung tepungan: snack, jajanan pasar, roti rotian, mie dll.
Contoh paling banyak seperti bakso / tahu baso. menggunakan pati sebagai campuran dagingnya, sebagai pengikat dan pembentuk tekstur. 
Pati yang biasa dipakai di bakso adalah tepung tapioka atau kanji, pati yang berasal dari singkong. 

Bakso yang berkualitas biasanya dominan daging dan hanya sedikit campuran patinya. Meski tidak selalu, kualitas bakso bisa ditunjukkan dengan harganya. Semakin murah, biasanya semakin banyak kandungan patinya. 

Memang apa bahayanya pati? Pati adalah jenis karbohidrat sederhana yang berbentuk rantai glukosa. Jadi molekul penyusunnya beneran full glukosa alias gula darah. 

Ketika diolah dalam sistem pencernaan, mudah banget rantainya "dicincang" menjadi molekul-molekul glukosa, yang bikin gula darah melonjak cepat.

Indeks glikemik (IG) 
Tapioka sekitar 70-80, tinggi sekali setara dengan  sirup gula. 
IG tinggi artinya cepat sekali dipecah menjadi glukosa, gula darah. 
Pada orang yang metabolismenya masih bener, nggak masalah makan pati. Biarpun mungkin terjadi lonjakan gula darah setelah memakannya, tapi akan segera turun. Tapi bagi penderita diabetes, pati termasuk yang paling harus dijauhi, selain gula. Begitu dimakan, cepat sekali naikin gula darah, naiknya bisa tinggi.  

Kebanyakan bahan pangan karbohidrat itu mengandung pati. Contohnya beras, gandum, jagung, umbi-umbian seperti kentang, ubi dan singkong, dan produk olahan tepung. Beberapa sayur dan polong-polongan seperti buncis, kacang panjang, kacang merah, juga mengandung pati. 
Hanya saja pada sayuran, kalau patinya belum diekstraksi, masih ada serat yang dapat memperlambat penyerapan glukosa yang dihasilkan dari patinya. Contohnya, makan jagung utuh lebih aman daripada makan tepung maizena, pati jagung yang sudah diekstraksi. Makan singkong rebus mungkin lebih aman daripada makan bubur candil yang terbuat dari tapioka, apalagi ditambah kuah gula merah. 

Perlu kita tahu, bahan pangan karbohidrat itu, semakin dibikin halus, semakin cepat dipecah menjadi glukosa. Ketika masih berbentuk beras mentah, IG nya 50-60. Ketika sudah jadi nasi, IG naik jadi 70-80. Dan saat berbentuk tepung beras, IG nya naik lagi sampai 85-95! Mendekati IG glukosa murni, yang mencapai 100. 

Itu berlaku untuk bahan pangan karbohidrat lain. Seperti gandum menjadi terigu. Jagung menjadi maizena. Singkong menjadi kanji atau tapioka. 

Sekarang kita tengok makanan kita. Betapa banyak makanan yang terbuat dari pati, atau mengandung pati. Contohnya nasi putih, roti, mie, kue basah, kue kering, kerupuk, keripik, ciki-cikian, seblak, cireng cimol cilor, dimsum, batagor, somay, dll. Belum lagi kalau masaknya ditambah gula. 

Oh iya, jangan lupa, daging olahan seperti sosis, bakso, nugget, suki-sukian, sangat banyak mengandung pati. Semakin murahan, semakin dominan patinya. 

Soal kerupuk, aku punya pengalaman pahit. Hanya karena makan kerupuk putih yang kecil-kecil sebungkus, gula darahku melonjak jadi 180! Ya, seganas itu kerupuk di gula darahku. Itulah ulah si kanji, bahan utama kerupuk. 

Efek lonjakan gula darah dari pati dapat diredam dengan beberapa cara. Berikut ini caraku: 

1. Cara paling benar ya jangan makan pati! Jauh-jauh deh. Baik sama pati dalam bentuk asli maupun makanan mengandung pati. 

2. Kalau terpaksa makan pati, ya batasi. Contoh, kerupuk secuil aja, jangan sekaleng! Nasi 3 sendok aja, jangan sepiring munjung.

3. Kalau mungkin, hindari. Contohnya kalau aku pesan capcay atau tumisan lain di warung, aku pesan "Nggak usah dikentalkan ya!" Sebab, tumisan di chinese food itu biasanya dikentalkan dengan maizena atau tapioka. 

4. Bentengi dengan serat, protein dan lemak. Artinya, makan dulu sayuran dan lauk, baru terakhir banget makan yang berpati. Sebab, serat, protein dan sayur dapat memperlambat penyerapan glukosa dalam usus, nggak buru-buru masuk aliran darah. Jadi kalau makan bakso, jangan pakai mie atau bihun. Banyakin sayuran dan tetelan. 

5. Selalu kenali dan batasi banget makanan berpati. Contohnya aneka saos, seperti saos tiram, saos tomat, saos sambal, semuanya berpati. Cek di kemasan. 

6. Tebus dengan gerak! Kalau merasa kebanyakan makan pati, tebus dengan bergerak badan sesudahnya. Jalan kaki atau senam-senam ringan 10 - 15 menit. Fokuskan pada kaki, karena di dalam betis terdapat otot soleus yang rakus menghisap glukosa dari darah. 
Itulah antara lain caraku meminimalkan konsumsi pati.


Diabetes dan Nasi

Ah, nenek moyang kita dari dulu makan nasi. Kok nggak kena diabetes?

Sebenarnya aku nggak cuma stop makan nasi. Tapi juga banyak sumber karbohidrat lain seperti ubi, singkong, kentang, yang sering dianggap sebagai "pengganti" nasi. 

Ada beberapa point yang aku ingin sampaikan terkait hubungan antara diabetes dan nasi. 
1. Yang salah bukan nasinya, tapi... 
Setuju banget. Nasi tidak pernah salah. Nasi bukan PENYEBAB diabetes. Berkali-kali aku tulis, penyebab diabetes adalah resistensi insulin. Kondisi metabolisme tubuh yang sudah ngaco. 
Nah, kalau metabolisme gula sudah berantakan seperti pada diabetes, makan nasi jadi bikin gula darah naik cepat. Khususnya pada penderita diabetes yang tidak pakai obat atau insulin.
Tapi harus diingat, dalam urusan menaikkan gula darah, nasi nggak sendirian. Banyak "tertuduh" lainnya. Antara lain singkong, ubi, kentang, mie, bihun, roti, biskuit, kue basah, kue kering, gorengan, batagor, cilok, seblak, kerupuk, bahkan buah-buahan. Dan tentu saja gula! 
Pada orang yang metabolismenya masih normal, nasi dan semua makanan yang aku sebutkan di atas ya nggak bikin masalah. Begitu masuk tubuh, makanan-makanan itu dicerna menjadi glukosa, diserap lewat dinding usus masuk ke pembuluh darah, disambut oleh hormon insulin yang akan menggiring glukosa masuk sel-sel untuk jadi energi. Maka glukosa dalam darah pun turun atau habis. 
Tapi pada keadaan resistensi insulin, glukosa yang ada di darah nggak turun-turun, gagal masuk sel-sel. Sebab, sel-sel menolak insulin. Itulah diabetes. 
2. Nasi nenek moyang v zaman now
Aku beruntung masih mengalami masa "primitif" dalam urusan pengolahan hasil pertanian. Aku masih mengalami panen padi pakai ani-ani, bukan pakai mesin pembabat padi. Dan ini yang penting: aku masih mengalami makan nasi yang berasnya ditumbuk sendiri, bukan diselep pakai mesin Huller. 
Beda ya berasnya? Terus terang aku sudah lupa rasanya beras hasil tumbuk pakai lesung kayu itu. Yang masih aku ingat hanya kenangannya. Beras hasil tumbuk ditanak pakai kukusan bambu, di atas tungku kayu. Nanti dimakan ramai-ramai dengan lauk dan sayur sederhana. Nikmatnya luar biasa.
Sekarang masuk ke sains-nya. Beras tumbuk itu masuk kategori unpolished rice, beras yang bukan digiling. Berasnya agak kusam, karena masih ada lapisan tipis kulit ari meskipun kulit sekamnya sudah dibuang. Di bulirnya juga masih ada titik bakal tunas, yang kalau ngumpul banyak disebut bekatul. Jadi, beras tumbuk ini masih kaya serat, protein dan berbagai vitamin dan mineral. 
Bandingkan dengan beras giling zaman now. Putih kinclong, tak lagi ada lapisan kulit ari, dan bekatulnya yang sangat kaya nutrisi sudah rontok. Tinggallah butiran karbohidrat sederhana yang tak punya serat, kehilangan banyak protein, vitamin dan mineral. 
Beras polished ini, kita sering menyebutnya beras poles, memiliki indeks glikemik 70-80, sedangkan beras tumbuk 50-60. Artinya, beras tumbuk lebih lambat diserap jadi gula darah dibandingkan beras poles. 
3. Gantinya nasi apa? 
Ini nih pertanyaan yang paling sering aku dapat. Aku sengaja menghilangkan nasi dari pola makanku, dan tidak berniat menggantinya dengan karbohidrat lainnya. Sebab, karbohidrat ya karbohidrat aja. Semua bakal diolah oleh sistem pencernaan menjadi gula darah. 
Pertanyaan mereka menyiratkan pemahaman bahwa nasi itu harus diganti yang lain, tidak bisa dihilangkan. Alasan utamanya ada 3: 
1) kalau nggak makan nasi pasti nggak kenyang; 
2) nasi dan karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi; dan
3) kalau nggak makan nasi nanti kena asam lambung.
Baik, mari kita bedah satu-satu. 
Urusan kenyang, nasi justru bikin susah kenyang. Nasi dengan cepat berubah jadi glukosa. Begitu glukosa masuk aliran darah, hormon insulin naik lebih tinggi, untuk segera menurunkan glukosa. Begitu glukosa habis, hormon ghrelin naik, rasa lapar pun muncul. Proses tadi tak sampai 2 jam. Makanya kalau habis makan karbohidrat, baik nasi, roti, makanan dan minuman manis, pasti cepat lapar lagi. 
Beda kalau kita makan protein, lemak dan serat dari sayuran. Hormon insulin nggak melonjak. Dicernanya pun jauh lebih lambat dibandingkan karbohidrat. Jadi rasa kenyangnya lebih awet. 
Di pola makanku dulu, aku selalu sarapan. Seringnya nasi. Nanti jam 9 atau 10, pasti pengen mengunyah lagi. Demikian juga siang menjelang sore, butuh ngemil lagi, misalnya jajan bakso atau gorengan. Menjelang tidur sering gelisah karena lapar. Padahal sudah makan malam. 
Dengan pola makan sekarang, aku sangat jarang merasa lapar. Rasanya kenyang terus. Padahal rata-rata makan hanya sekali sehari. Sekali makan hanya lauk dan sayur sampai kenyang. 
Alasan nasi sebagai sumber utama energi kurang tepat juga. Yang benar, glukosa (baik dari nasi maupun karbohidrat lain) adalah sumber energi yang lebih mudah diakses. Kalau kekurangan atau habis, tubuh dengan mudah bongkar cadangan energi dari lemak. Jadi, kita nggak bakal kurang energi meskipun nggak makan nasi.
Syaratnya: hormon insulin harus turun. Kalau insulin tinggi, tubuh nggak bisa bongkar cadangan lemak. Insulin akan tinggi terus kalau kita makan karbohidrat terus, juga kalau kita kurang tidur dan stres.
Kalau nggak makan nasi nanti sakit maag? Nah yang ini aku mengalami kebalikannya. Justru setelah stop konsumsi gula, nasi dan karbohidrat lainnya, nyeri lambungku hilang sendiri. Dulunya aku kena GERD. Tiap bangun pagi mulut pahit. Sering nyeri lambung. Setelah nggak makan karbohidrat, nggak pernah muncul lagi. 
4. Ganti nasi merah aja... 
Buatku, nasi merah atau kuning hijau biru pink, semuanya bikin gula darah naik. Titik. 
Beras coklat dan beras merah masuk golongan unpolished rice. Tapi kan beda indeks glikemiknya cuma dikit. Tetap aja berakhir jadi gula. 
Selain itu, nasi merah itu nggak enak hehehe... 
5. Nggak boleh nasi, tapi bubur boleh kan?
Astaga Poniyeeeemmm.... Bubur itu, hanya karena tampak lebih jinak, bukan berarti lebih aman buat diabetes. Beras dan semua karbohidrat lain, semakin dihaluskan, semakin cepat diubah jadi gula darah! Jadi bubur itu lebih berbahaya daripada nasi! 
Apalagi bubur sumsum. Sudahlah tepung berasnya jadi sangat cepat serap, dimakan pakai sirup gula pula. Dijamin gula darah meroket! Juga kue-kue yang terbuat dari tepung ketan seperti kue nagasari, talam, surabi, klepon, bugis, dll. 
6. Nasi disimpan di kulkas bikin kadar gulanya turun! 
Katanya, kalau didinginkan dulu, zat pati dalam nasi akan berubah menjadi resistance starch yang kurang cepat serap. Okelah. Tapi, perbedaannya ternyata nggak signifikan. Lagi pula, biarpun nasinya dikulkasin dulu, kalau dimakan tetap bikin gula darah naik, nggak jadi sembuh! 
7. Ya sudah, ganti nasi jagung aja! 
Jagung memang lebih kaya serat dan karbohidrat kompleks. Tapi ternyata indeks glikemiknya tetap tinggi, antara 52 sampai 70. Jadi cepat serap jadi gula darah juga. 
Ya ampuuunnn.... semua nggak boleh dimakan. Terus makannya apa???
Aku masih setia gadoin lauk dan sayur sampai kenyang. Gadoin telur, ayam, daging sapi, daging kambing, jerohan, ikan, udang, kerang, tahu tempe, kacang-kacangan. Tanpa nasi, mie, roti, kentang atau yang lain. Tentu aku nggak minum manis juga. 

Menu Diabetes: Apakah Harus Hitung Kalori?


Kalau makanannya tinggi kalori semua, apakah tidak bikin gula darah naik? 

Kalori itu apa sih? 
Kalori adalah satuan energi yang digunakan untuk mengukur jumlah energi yang terkandung dalam makanan. Kalori adalah ukuran jumlah energi yang dilepaskan ketika tubuh memecah makanan menjadi komponen-komponennya, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Dalam konsep ini, kalori yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi haruslah seimbang dengan yang digunakan oleh tubuh. Kalau kurang, tubuh akan kekurangan kalori, dan akan mengambil kekurangannya dari cadangan kalori, yaitu lemak. Sebaliknya kalau kelebihan, sisa kalori akan disimpan dalam cadangan lemak. 

Makanya, mereka yang menganut teori ini, misalnya untuk menurunkan berat badan, pakai hitungan defisit kalori, kalori yang dikeluarkan harus lebih besar daripada yang masuk. Kalau yang masuk lebih besar, ya harus dikeluarkan. Misalnya dengan olahraga. Semakin keras olahraga, semakin banyak kalori dikeluarkan, diharapkan semakin cepat dan banyak berat badan turun. 

Namun kenyataannya, tubuh ternyata cerdas. Kalau kalorinya yang masuk dikurangi, maka tubuh akan adaptasi. Metabolismenya diperlambat, sehingga kebutuhan kalorinya menyesuaikan. Jadilah berat badan pada suatu titik nggak mau turun-turun, biarpun masukan kalori dikurangi, atau pengeluaran kalori ditingkatkan. 

Kaitannya dengan diabetes di mana? 
Aku kesulitan menjelaskan teorinya. Aku cuma bisa bilang, jumlah kalori makanan nggak terkait langsung dengan kenaikan gula darah. Kalori dan gula darah adalah dua hal yang berbeda urusan. 

Daripada repot jelasin, mending aku kasih contoh aja ya. Di foto ini aku kasih lihat menuku sekali makan. Dalam satu piring ada alpukat 300 gram, jerohan sapi (usus dan paru) 100 gram, telur ceplok 1 butir. 

Kita hitung kalorinya:
- 300 gram alpukat = 480 kilo kalori (kkal)
- 100 gram jerohan sapi = 285 kkal
- 1 butir telur = 70 kkal
Total kalori = 835 kkal

Besar sekali bukan? Padahal aku belum menghitung kalori dari minyak yang aku pakai menggoreng telur dan jerohan. Kalau dihitung, pasti lebih tinggi karena 50 gram minyak goreng kalorinya mencapai 450 kkal! 

Sekarang kita bandingkan dengan 1 porsi nasi putih berat 150 gram. Jumlah kalorinya cuma 195 kkal. 

Coba tebak, mana yang akan bikin gula darah naik? Apakah 1 porsi makanan serba protein dan lemak yang 835 kkal, atau nasi putih yang cuma 195 kkal? Kalau jawabannya yang kalorinya tinggi yang bikin gula darah naik, berarti mainnya kurang jauh! 🤭

Yang menentukan gula darah naik atau tidak adalah kandungan gula yang ada di dalam makanan. Pada umumnya diukur dengan indeks glikemik (IG), yaitu ukuran seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. IG adalah skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan makanan berdasarkan efeknya pada kadar gula darah.

IG diukur dengan membandingkan efek makanan pada kadar gula darah dengan efek glukosa (gula darah) murni. Glukosa memiliki IG 100, dan makanan lainnya diukur relatif terhadap nilai ini.

IG diklasifikasikan menjadi tiga kategori:

1. IG Rendah (≤55): Makanan yang memiliki IG rendah melepaskan glukosa secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan. Contoh: sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan.
2. IG Sedang (56-69): Makanan yang memiliki IG sedang melepaskan glukosa dengan kecepatan moderat. Contoh: nasi merah, roti gandum, pasta.
3. IG Tinggi (≥70): Makanan yang memiliki IG tinggi melepaskan glukosa dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Contoh: nasi putih, gula, makanan olahan.

Sekarang kita hitung ya IG masing-masing makanan tadi: 

- Alpukat: 10-15 (indeks glikemik rendah) - Alpukat memiliki indeks glikemik yang sangat rendah karena kaya akan lemak dan serat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.
- Jerohan sapi: Tidak memiliki indeks glikemik karena merupakan makanan sumber protein hewani yang tidak mengandung karbohidrat.
- Telur: Tidak memiliki indeks glikemik karena merupakan makanan sumber protein hewani yang tidak mengandung karbohidrat.

Nasi putih gimana?

- Nasi putih: 73 (indeks glikemik tinggi) - Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi karena mengandung karbohidrat yang dapat dicerna dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. 

Jadi jelas ya, kalau makan alpukat, jerohan dan telur, biarpun kalorinya tinggi, gula darah nggak naik. Kalau makan nasi putih, biarpun cuma 150 gram, gula darah naik cepat dan banyak! 

Karena itu, aku tidak pernah hitung-hitung kalori. Nggak pernah nimbang-nimbang makanan. Asalkan aku yakin yang aku makan minim gula, tanpa tepung, nasi, atau pati, aku nggak risau. Seberapa banyak pun aku lahap.

(Pssttt... Jadi kalau pengen langsing, jangan takut makan daging-daging dan lemak. Stop aja makan gula, nasi dan karbohidrat lainnya. Maka berat badan otomatis turun.)

Tapi memang tetap harus hati-hati konsumsi lemak dan minyak. Sebab, lemak tertentu, terutama lemak trans, dapat memicu inflamasi atau radang di tingkat seluler dan jaringan. Contoh lemak trans adalah minyak yang dipanaskan ulang, margarine (seperti blueband, simas dll), dan lemak yang dipakai dalam biskuit dan makanan olahan lainnya. 

Pasti ada yang komentar: tapi kan kalau makan serba daging dan lemak nanti kolesterol naik! Jawabku: siapa bilang nasi nggak bikin kolesterol naik? Kalau makan nasi atau karbohidrat lainnya, gula darah naik tinggi, sebagian besarnya akan disimpan dalam bentuk trigliserida. Kalau trigliserida naik, kolesterol total ya naik. 

Dulu saat aku masih makan nasi, gula dan teman-teman tepungnya, kolesterolku juga tinggi. Sampai di atas 300. Sekarang, dua tahun kemudian, setelah aku hanya makan protein, lemak dan sayuran tanpa nasi, gula dll, kolesterolku malah turun di bawah 200.




Disclaimer:
Aku bukan dokter atau ahli gizi. Yang aku tulis ini adalah pengalaman pribadi. Bukan dimaksudkan sebagai anjuran atau ajakan untuk diikuti. Setiap orang mempunyai kondisi dan kebutuhan berbeda-beda. Pembaca harap bijak. 

Sumber: https://www.facebook.com/share/17wVqAQ2Ea/


Rabu, 31 Desember 2025

SYGIC NAVIGATOR OFFLINE


Sygic (Aplikasi Navigasi)

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang menyediakan informasi posisi, kecepatan, dan waktu yang akurat di mana saja di dunia dengan menggunakan jaringan satelit yang mengorbit Bumi dan sinyal yang dipancarkan ke penerima di darat tanpa koneksi internet di perangkat. Unduh paket negara mana pun yang anda mau, berguna dalam merencanakan perjalanan. karena semua informasi disimpan secara lokal di perangkat Anda.

Untuk mendapatkan arah dari satu titik ke titik lain, Anda cukup mengaktifkan GPS di ponsel pintar. Peta yang diunduh biasanya diperbarui secara berkala, sehingga informasi yang ada selalu aman, cepat, dan akurat.

Cara pasang SYGIC

1. Nonaktifkan update otomatis di play store sebelum di install.

CARANYA : Buka play store > klik profil pojok kanan atas > setelan > preferensi jaringan > update otomatis aplikasi > pilih jangan update otomatis.
Wajib dilakukan agar fitur premium tidak keblokir

2. download aplikasi melalui link di bawah :
Versi lama: https://www.mediafire.com/file/jjfy94rkmy0y0tb/Sygic-Premium-v23.5.1.apk/file
Atau cari versi terbaru di mesin pencari google atau hubungi penulis: WA

3. Kemudian install, jika ada notifikasi izinkan install aplikasi dari sumber tidak di kenal, klik izinkan

4. Buka aplikasi download Peta offline tunggu sampai selesai

5. Jangan login, aplikasi bisa dipakai tanpa login. 
Jangan login agar fitur premium nya berjalan.

5. Untuk kepentingan BackUp & Restored dari data yang dibuat di aplikasi sygic bisa hubungkan atau buat akun Dropbox

Tutor Videonya bisa dilihat di Youtube, jangan lupa bantu like, koment, / sharenya.

Terima Kasih 🙏🙏🙏 sudah mampir
Semoga bermanfaat


Selasa, 30 Desember 2025

Waktu Cek Gula Darah

Banyak orang rajin cek gula darah, tapi waktunya kurang tepat. Akibatnya, hasil terlihat normal padahal sebenarnya tidak, atau malah terlihat tinggi tapi bikin panik berlebihan.

Supaya angkanya benar-benar mencerminkan kondisi tubuh, ini 3 waktu paling tepat untuk cek gula darah

1 Gula Darah Puasa (GDP)

Kapan cek?

Pagi hari setelah bangun tidur, sebelum makan & minum apa pun (puasa 8-10 jam).
Kenapa penting?
Menilai kondisi dasar gula darah
Mendeteksi diabetes sejak dini
Menilai efektivitas obat jangka panjang
Nilai acuan umum:
Normal: < 100 mg/dL
Pra-diabetes: 100-125 mg/dL
Diabetes: ≥ 126 mg/dL

2 Gula Darah 2 Jam Setelah Makan (GD2PP)
Kapan cek?
2 jam setelah suapan pertama
makan utama.
Kenapa penting?
Melihat respon tubuh terhadap makanan
Mengetahui apakah pola makan sudah tepat
Membantu evaluasi lonjakan gula darah tersembunyi
Nilai acuan umum:
Normal: < 140 mg/dL
Diabetes terkontrol: < 180 mg/dL
Banyak orang melewatkan tes ini, padahal komplikasi sering dimulai dari lonjakan setelah makan.

3 Gula Darah Sewaktu
Kapan cek?
Kapan saja saat muncul gejala seperti:
Lemas
Pusing
Gemetar
Sering haus atau sering kencing
Kenapa penting?

Deteksi cepat gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Membantu keputusan cepat sebelum kondisi memburuk.

Catatan:👇

Hasilnya harus dilihat bersama kondisi tubuh, bukan berdiri
sendiri.
Kesimpulan Penting
Jangan hanya cek satu waktu saja
Kombinasikan puasa + 2 jam setelah makan
Catat hasilnya untuk evaluasi rutin

Konsultasikan hasilnya ke tenaga kesehatan.

Sumber: https://www.facebook.com/share/p/16kPPsPVcZ/

Minggu, 14 Desember 2025

Tanda Gula Darah Berlebih

BERIKUT TANDA-TANDA TUBUH ANDA SEDANG BERLEBIHAN GULA 👇

Banyak orang tidak sadar saat gula d@rah mulai meningkat. Padahal tubuh sebenarnya sudah memberi peringatan sejak awal. Gejalanya sering dianggap sepele — sampai akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kenali tanda-tandanya lebih cepat agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

---

🩸 1. Sering merasa haus & sering buang air kecil
Ketika gula berlebih, tubuh berusaha membuangnya melalui urin. Akibatnya, Anda jadi sering BAK dan tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga rasa haus datang terus-menerus.

😴 2. Mudah lelah & cepat mengantuk
Kadar gula tinggi membuat insulin bekerja lebih keras. Energi tubuh jadi tidak stabil, naik turun dengan cepat, membuat Anda merasa lemas meski tidak banyak beraktivitas.

👀 3. Penglihatan mulai kabur
Kelebihan gula dapat memengaruhi cairan di lensa mata. Inilah yang membuat pandangan tiba-tiba buram tanpa sebab jelas.

😋 4. Nafsu makan meningkat
Meski kadar gula tinggi, sel tubuh justru kekurangan energi karena resistensi insulin. Otak menangkap sinyal “lapar”, sehingga keinginan untuk makan makin meningkat.

🦷 5. Sering sariawan atau masalah gigi
Lingkungan dengan kadar gula tinggi membuat bakteri plak lebih cepat berkembang. Hasilnya: gigi mudah bermasalah, gusi sensitif, dan sariawan sering muncul.

💆‍♀️ 6. Luka sulit sembuh
Gula berlebih mengganggu aliran darah, menghambat regenerasi sel, sehingga proses penyembuhan luka jauh lebih lama dari biasanya.

👩‍🦰 7. Kulit gatal, kering, atau muncul bintik hitam di leher & ketiak
Tanda khas kadar insulin tinggi (acanthosis nigricans). Banyak yang mengira hanya daki, padahal ini sinyal tubuh mulai tidak seimbang.

📉 8. Berat badan naik/turun tanpa sebab
Ketidakseimbangan insulin membuat tubuh terganggu dalam memproses lemak dan energi. Hasilnya, berat badan berubah tanpa pola yang jelas.

🦶 9. Kesemutan atau mati rasa
Gula tinggi yang dibiarkan lama-lama bisa merusak saraf, terutama di ujung tangan dan kaki. Gejalanya dimulai dari kesemutan ringan hingga mati rasa.

---

🌿 Langkah Awal yang Harus Dilakukan

Sebelum mencoba herbal, lakukan perbaikan pola hidup terlebih dulu:

✔ Kurangi makanan tinggi gula & tepung olahan
✔ Perbanyak sayur, protein, dan serat
✔ Lakukan puasa atau jendela makan teratur
✔ Minum air yang cukup
✔ Bergerak/olahraga rutin
✔ Hindari camilan manis, soft drink, dan makanan yang memicu lonjakan gula

Setelah itu, dukung tubuh dengan ramuan alami berikut 👇

---

🌿 Resep Alami untuk Membantu Menurunkan Gula Dar@h

---

🫖 1. Rebusan Daun Salam + Kayu Manis

Bahan:
• 7 lembar daun salam
• 1 batang kayu manis
• 400 ml air

Cara membuat:

1. Rebus semua bahan hingga air tersisa setengahnya.

2. Saring dan minum hangat 2x sehari (pagi & sore).

Manfaat:
Daun salam membantu menstabilkan gula d@rah, sedangkan kayu manis mendukung kerja insulin.

---

🍋 2. Infused Water Lemon + Kayu Manis

Bahan:
• ½ lemon
• 1 batang kayu manis
• 500 ml air

Cara membuat:

1. Iris lemon, masukkan ke dalam botol bersama kayu manis.

2. Diamkan 3–4 jam di kulkas.

3. Minum sepanjang hari.

Manfaat:
Mengurangi resistensi insulin dan membantu metabolisme berjalan lebih lancar.

---

🧄 3. Madu Bawang Putih

Bahan:
• 5 siung bawang putih (geprek)
• 5 sdm madu murni

Cara membuat:

1. Campur bawang putih dan madu dalam wadah kaca.

2. Diamkan 3 hari agar fermentasi ringan terbentuk.

3. Konsumsi 1 sdm setiap pagi sebelum makan.

Manfaat:
Bawang putih meningkatkan sens1tivit@s insulin, madu murni membantu menjaga stabilitas kadar gula.

---

🌿 4. Jus Pare + Jeruk Nipis

Bahan:
• 1 pare (buang biji & rendam air garam 10 menit untuk kurangi pahit)
• ½ jeruk nipis
• 200 ml air

Cara membuat:

1. Blender pare dengan air.

2. Saring, lalu beri perasan jeruk nipis.

3. Minum 3x seminggu.

Manfaat:
Pare mengandung charantin, senyawa aktif yang dikenal membantu menurunkan glukosa dar@h.

#infokesehatan #sehat #herbal

Kamis, 30 Oktober 2025

5 Cara Ngetes Ginjal di Rumah

Ginjal punya peran penting buat nyaring racun, mengatur cairan, sampai menjaga tekanan darah. Masalahnya, tanda awal kerusakan ginjal sering nggak kelihatan jelas. Nah, meskipun tes medis di lab tetap paling akurat, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu coba di rumah buat cek kesehatan gnjal:


1. Perhatikan Warna Urine

Urine sehat biasanya kuning muda sampai bening.
Kalau terlalu gelap, berbusa, atau ada bercak darah → bisa jadi tanda ginjal bermasalah.


2. Frekuensi Buang Air Kecil

Normalnya 6–8 kali sehari.
Terlalu sering (walau minum sedikit) atau jarang pipis bisa menandakan ada gangguan di ginjal.


3. Tes Bengkak di Kaki & Wajah

Tekan betis atau punggung kaki selama 5 detik → kalau meninggalkan bekas cekungan, bisa jadi ada penumpukan cairan karena gnjal kurang optimal.
Wajah sembab terutama di pagi hari juga bisa jadi tanda.


4. Amati Rasa Lelah & Mual

Ginjal rusak bikin racun numpuk → badan terasa lemah, gampang capek, kadang disertai mual atau pusing.
Kalau ini sering muncul tanpa sebab jelas, perlu waspada.


5. Tes Bau Mulut / Rasa di Lidah

Racun yang tidak tersaring bisa bikin mulut terasa amis atau bau urea (kayak bau pesing).
Kalau ini terjadi terus-menerus, bisa jadi sinyal ginjal sedang bermasalah.


Tanda-tanda ginjal mulai rusak yang sering disepelekan:

1.Sering pegel & cepat capek → padahal nggak kerja berat.

2.Kaki, tangan, atau wajah bengkak → cairan numpuk karena nggak bisa dibuang lewat kencing.

3.Perubahan kencing → jadi jarang, sedikit, warnanya keruh, berbusa, atau malah terlalu sering malam-malam.

4.Kulit kusam, gatal-gatal → racun di darah bikin kulit nggak sehat.

5.Nafsu makan hilang, mual, muntah tanda racun udah numpuk di tubuh.

6.Sering sesak nafas → cairan bisa masuk ke paru-paru.

7.Wajah pucat, gampang pusing → karena darahnya "kotor" dan kurang oksigen.

Jangan sampe telat sadar Nanti bisa Cuci Darah kalo Ginjal udah Rusak lebih perduli aana diri sendiri yuk !!

⚠️ Catatan penting:
Cara di atas cuma screening awal. Kalau kamu merasa ada tanda-tanda mencurigakan, wajib periksa lab (tes darah kreatinin, eGFR, urine lengkap) supaya jelas kondisi ginjalmu.

Tanda-tanda ginjal mulai rusak yang sering disepelekan:

1.Sering pegel & cepat capek → padahal nggak kerja berat.

2.Kaki, tangan, atau wajah bengkak → cairan numpuk karena nggak bisa dibuang lewat kencing.

3.Perubahan kencing → jadi jarang, sedikit, warnanya keruh, berbusa, atau malah terlalu sering malam-malam.

4.Kulit kusam, gatal-gatal → racun di darah bikin kulit nggak sehat.

5.Nafsu makan hilang, mual, muntah tanda racun udah numpuk di tubuh.

6.Sering sesak nafas → cairan bisa masuk ke paru-paru.

7.Wajah pucat, gampang pusing → karena darahnya "kotor" dan kurang oksigen.

Jangan sampe telat sadar Nanti bisa Cuci Darah kalo Ginjal udah Rusak lebih perduli aana diri sendiri yuk !


Terima Kasih 🙏🙏🙏 sudah mampir
Semoga bermanfaat
Jangan lupa Sholat bagi yang beragama Islam

Rabu, 08 Oktober 2025

NUSANTARA HD MODE UP


Solusi harus di recoveri 
1. Unduh file revoveri disini: https://tanaka.co.id/download/nusantara-hd-series 
atau disini
2. Setelah diunduh, buka berkas file unduhan
3. Ubah file recovery.rcv.txt menjadi recovery.rcv
4 Copy file tadi ke flashdisk di folder utama bukan didalam folder.
5. Tancapkan flashdisk ke nusantara hd posisi perangkat off
5. Hidupkan nusantara hd tunggu sampai posisi display berjalan dari 1-100
6. Selamat anda berhasil
Semoga bermanfaat

Untuk wilayah Karawang bisa kami bantu hubungi WA

Senin, 09 Juni 2025

Sayangi Pangkreasmu

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ‎


Sayangilah Pankreasmu

Suatu siang di IGD, saya sedang berdiskusi tentang satuan-satuan yang tertera di hasil lab, terutama hasil gula darah sewaktu.

“Dok, jadi maksud hasilnya 100 mg/dL itu gimana sih?” tanya Ella. “Iya dok, kenapa naik sedikit jadi di atas 200 mg/dL langsung disebut diabetes?” lanjut Bowo. “Sedangkan di bawah 70 mg/dL bisa bikin orang pingsan, dok?” timpal Agus.

Saya tersenyum sumringah. Saya paling senang kalau mereka bertanya. Keingintahuan itu tanda kepedulian, tanda mereka ingin mengerti agar kita bisa melayani lebih baik.

“Oke, 100 mg itu berapa gram, La?” Ella menjawab ragu, “0,1 gram?” Saya mengangguk.

“1 desiliter itu berapa liter, Wo?” tanya saya lagi. “0,1 liter, dok?” jawab Bowo. “Terus, 0,1 dibagi 0,1 berapa?” “1, dok.” jawabnya.

Saya melanjutkan, “Jadi 100 mg/dL itu sama dengan 1 gram per liter. Artinya, dalam 1 liter darah manusia, normalnya hanya boleh ada 1 gram gula.”

“Nah, ada berapa liter darah kita, Gus?” “Kira-kira 5 liter, dok,” jawab Agus yakin.

“Bayangin ya,” saya sambil memutar cincin kawin di jari manis, “Ini cincin beratnya kira-kira 5 gram.”

Saya lalu menunjuk ke galon kecil berisi air. “Itu galon 5 liter, isinya air putih semua. Sekarang... bayangkan satu cincin kecil ini dijatuhkan ke dalam galon itu. Hanya segitu. Itulah perbandingan normal kadar gula dalam darah kita.”

Saya diam sejenak. Menatap mata mereka satu per satu.

“Pertanyaannya sekarang, berapa gram gula yang kamu masukin ke tubuh kamu hari ini?”

Mereka semua syok. Mulutnya nganga. 

“Banyak, dok...” jawab Agus lirih. "Asli banyak dok." Tambah Bowo.

Saya mengangguk pelan.

“Diabetes disebut penyakit gula darah tinggi karena memang gula tidak seharusnya berada dalam darah. Mereka harusnya berada di dalam sel-sel tubuh.”

Saya melanjutkan, “Walaupun kamu makan bergram-gram gula tiap hari, tahu gak kenapa sampai sekarang kamu belum diabetes?? Kenapa kadar gula darahmu masih normal, sekitar 100-an mg/dL?”

Mereka bertiga geleng-geleng barengan, padahal gak janjian. 

“Karena Pankreasmu masih cinta sama kamu,” kata saya sambil tersenyum. “Masih mau kerja keras buat kamu. Masih mau menghasilkan insulin setengah mati untuk ‘nangkepin’ gula-gula itu dan memasukannya ke dalam sel tubuh. Makanya gula dalam darahmu tetap hanya 5 gram.”

“Oooh…” mereka bertiga menjawab bersamaan lagi.

“Puluhan, bahkan Ratusan gram gula tiap hari aku makan dan minum. Tapi pankreas bisa menahan kadar darahku tetap di 5 gram?” ucap Agus, sambil berdecak kagum dan tepuk-tepuk tangan. 

“Iya, Gus,” saya jawab, “tapi ada kelanjutannya.”

“Setelah insulin menangkap gula, dia berkeliling menawarkan ke berbagai organ. Ke otot, ‘Otot, kamu mau gula?’ Otot jawab, ‘Enggak, aku lagi rebahan aja.’ Lalu ke otak, ‘Otak, kamu mau gula?’ Otak jawab, ‘Enggak, aku lagi gak mikir.’”

“Insulin bingung. Gula harus segera keluar dari darah. Tapi pada gak butuh. Lalu dimasukkin ke mana dong? Akhirnya dia masukkan ke tempat yang gak ada batasannya, yaitu di bawah kulit. Namanya apa?”

Saya angkat tangan ke depan, menunjuk mereka satu per satu sambil tersenyum. Mereka menjawab lirih, seperti paduan suara, “Lemaaak…”

Saya mengangguk. “Itulah kenapa insulin disebut juga Fat Storing Hormone.”

Bowo iseng mencubit perut buncitnya Agus. “Pankreasmu kerja keras, Gus.”

Agus terkekeh sambil melirik ke Ella. 

Ella tolak pinggang. “Apa liat-liat? Masih tebelan kamu!”

Saya tertawa kecil dan melanjutkan, “Masalahnya, kita gak pernah tahu kapan pankreas kita akan 'ngambek'. Gak mau bikin insulin lagi. Kita juga gak tahu kapan sel-sel tubuh akan resisten terhadap insulin. Tapi saat itu terjadi, maka lahirlah penyakit bernama Diabetes. Sang induk dari segala macam penyakit.”

"Jadi, sayangilah Pankreasmu."

9.11 AM · 10 Jun 2025.

Source : https://x.com/GiaPratamaMD/status/1932259179575849293

Rabu, 04 Juni 2025

POLA HIDUP SEHAT UNTUK PENDERITA GULA DARAH

1. Makan / minum jangan berlebih - lebihan

2. Hentikan bukan dikurangi makanan yg mengandung gula pasir, kurangi gula jawa, gula aren

Kalau masih belum bisa menghidari gunakan pemanis rendah kalori cari di pencarian google search

3. Kurangi Makanan yang mengandung Karbo

4. Kurangi makanan yang mengandung santan, goreng - gorengan karena minyak menghambat kerja insulin

5. Perbanyak makan protein & sayur sayuran

6. Jangan makan malam atau makan terakhir jam 19:00, atau tepatnya makan malam terakhir sebaiknya 4 jam sebelum tidur malam. 

Ketika makan malam, makanan yang masuk lebih banyak yang membusuk daripada yang terserap.

Makanan yang membusuk menyebabkan oksidasi yang menyebabkan radikal bebas (istilah oksidasi pada tubuh kita analoginya seperti besi berkarat)

7. Kelola stress

8. Istirahat cukup & hindari begadang

9. Olah raga teratur

10. Rutin skrining

TRIK MEMASAK NASI AGAR GLIKEMIKNYA RENDAH

Nasi = makanan pokok kita.

Tapi sayangnya... nasi putih bisa bikin lonjakan gula darah kalau gak hati-hati.

Terutama buat kamu yang punya riwayat diabetes, pradiabetes, atau ingin hidup lebih sehat.

Tenang! Bukan berarti harus stop makan nasi kok.

💡 Kuncinya ada di cara memasaknya!

Yuk simak 5 trik masak nasi agar lebih ramah gula darah 👇

✅ 1. Tambahkan Minyak Kelapa Saat Masak

Masak nasi dengan 1 sendok teh minyak kelapa per 1 gelas beras bisa mengurangi penyerapan pati di usus.

Efeknya: nasi tetap enak, tapi indeks glikemik jadi lebih rendah.

✅ 2. Dinginkan Nasi Setelah Matang

Setelah nasi matang, dinginkan di suhu ruangan lalu simpan di kulkas 8–12 jam.

Lalu, hangatkan kembali saat mau dimakan.

➡️ Proses ini mengubah pati menjadi resistant starch, yang tidak langsung menaikkan gula darah!

✅ 3. Masak Campur Beras Merah / Hitam

Campur 50% beras putih dengan 50% beras merah/hitam bisa turunkan indeks glikemik total.

Bonusnya: lebih tinggi serat, zat besi, dan antioksidan!

✅ 4. Tambah Sayur Saat Makan Nasi

Makan nasi dengan sayur kaya serat (seperti brokoli, buncis, labu siam) bisa memperlambat penyerapan glukosa di usus.

Jadi, jangan cuma makan nasi + lauk doang ya~

✅ 5. Masak dengan Takaran Air yang Tepat

Gunakan takaran air 1:1,2 atau 1:1,5 agar nasi tidak terlalu lembek.

Nasi yang terlalu lunak cenderung memiliki indeks glikemik lebih tinggi.

💬 Pernah coba trik-trik ini?

📲 Tag keluarga yang lagi jaga gula darah, dan share info ini biar makin banyak yang sadar!

Semoga bermanfaat

Bila ada yang kurang bisa ditambahkan dikolom komentar

Senin, 06 Januari 2025

Setelan Skep Karburator



Bagi pengguna motor Grand atau Supra dan C series lainya, jika mengalami busi hitam dan boros bensin coba lakukan cara ini, pada gambar ada jarum skep karburator, nah di jarum tersebut ada 5 tingkat seperti di tunjukkan garis - garis merah. Yang paling bawah ada klip/kancing jarum tsb, Jadi semakin ke atas klipnya maka akan semakin irit, maka kalau karbu boros dan busi hitam coba di pindah dulu ke atasnya atau kalau masih blm ada perubahan di pindah paling atas atau di bawahnya. Stelan yg pas warna elektroda busi akan berubah merah bata, kalau putih terlalu irit dan warna hitam terlalu kaya bbm.

Sumber: https://www.facebook.com/share/19mmxwnSaz/

GULA DARAH & MAKANAN

Pati pada Baso & Tahu Baso Seperti kita ketahui makanan disekitar kita di dominasi dari olahan bahan pati & ...